Challenges in the Handling of Indonesian Migrant Workers by the Nunukan District Police in the Border Area of Nunukan Regency
Keywords:
Diplomacy, Nunukan Resort Police, Indonesian Migrant Workers, Border Area, Law EnforcementAbstract
Nunukan Regency, located on the Indonesia–Malaysia border, is a strategic transit area for Indonesian Migrant Workers (PMI) but is highly vulnerable to undocumented migration, human trafficking, people smuggling, and violations of migrant workers’ rights. This study examines the diplomatic role of the Nunukan Resort Police (Polres Nunukan) in handling migrant workers and identifies the challenges encountered in border governance. The research employs an empirical legal approach using statutory and sociological methods. Primary data were collected through interviews with officers from Polres Nunukan and the Center for the Protection of Indonesian Migrant Workers (BP3MI), while secondary data were obtained from legislation, books, scientific journals, and relevant documents. The findings reveal that Polres Nunukan adopts a collaborative diplomatic approach by strengthening coordination and communication with BP3MI, the Immigration Office, the Indonesian National Armed Forces (TNI), local government, and other stakeholders to enhance prevention, supervision, law enforcement, and legal protection for migrant workers. Major challenges include extensive border areas, numerous unofficial crossing routes, limited personnel and infrastructure, high migrant mobility, and inadequate public awareness of legal migration procedures. To address these issues, Polres Nunukan intensifies inter-agency cooperation, strengthens border patrols and surveillance, expands public education on safe migration, and takes firm legal action against human trafficking and illegal recruitment networks. The study concludes that effective protection of Indonesian migrant workers in border regions requires not only strong law enforcement but also sustained institutional collaboration to ensure comprehensive legal protection and improve border governance.
References
Abdulsyani. (2018). Sosiologi kriminalitas. Remaja Rosdakarya.
Arief, B. N. (2016). Masalah penegakan hukum dan kebijakan hukum pidana. Kencana.
Mofea, S. (2025). Perlindungan pekerja migran: Analisis dan tantangan. Get Press Indonesia.
Rahardjo, S. (2009). Penegakan hukum: Suatu tinjauan sosiologis. Genta Publishing.
Soekanto, S. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. RajaGrafindo Persada.
Suharto, E. (2021). Migrasi tenaga kerja dan perlindungan pekerja migran Indonesia. Alfabeta. Journal Articles and Institutional Reports
Arifin, Z., & Nugroho, S. (2022). Sinkronisasi penegakan hukum pidana dan disiplin dalam kasus pelanggaran hukum oleh anggota Polri. Jurnal Penelitian Hukum De Jure.
Hidayat, R., & Siregar, M. (2021). Pertanggungjawaban hukum aparat penegak hukum dalam tindak pidana narkotika di Indonesia. Jurnal Yustisia.
International Organization for Migration. (2021). Labour migration in Indonesia: Risks and protection mechanisms.
International Organization for Migration. (2022). Labour migration and human trafficking in Indonesia.
Kurniawan, B. A., Chomariyah, & Nuhartonosuro, I. M. (n.d.). Strategi penanganan dan pencegahan penyusupan TKI ilegal: Evaluasi kebijakan pemerintah di daerah perbatasan.
Nissa, I., & Nasution, R. P. (2025). Perlindungan hukum terhadap pekerja migran Indonesia atas penempatan kerja ilegal. Jurnal Fundamental Justice, 6(2). https://doi.org/10.30812/fundamental.v6i2.5719
Putri, K. D., Abriliano, I., & Nugroho, K. C. (2025). Analisis kejahatan perdagangan manusia di jalur imigrasi dan tantangan penegakan hukum di wilayah perbatasan. Journal of Law and Border Protection, 7(2), 62.
Rahman, A. (2022). Penegakan hukum terhadap tindak pidana perdagangan orang di wilayah perbatasan. Jurnal Hukum dan Keamanan, 6(1), 77–89.
Ratnasari, A. R. G. (2023). Penegakan hukum tindak pidana perdagangan orang terhadap pekerja migran Indonesia secara nonprosedural. Merdeka Law Journal, 4(1).
Saputra, H., Natallia, D., & Efendi, S. (2024). Peran aparat dalam pemberantasan perdagangan orang terhadap pekerja migran nonprosedural. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik.
Sari, D., & Rahman, F. (2023). Penegakan hukum terhadap pekerja migran ilegal di wilayah perbatasan. Jurnal Ilmu Hukum.
Susilo, A. (2018). Perlindungan hukum pekerja migran Indonesia pasca Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017. Jurnal Rechts Vinding, 18(1), 213–228.
Tohawi, A., Miyaskur, M., Fitria, D. U. L., Ambodo, T., & Iswanto, J. (2024). Perlindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia: Tantangan dan strategi implikasinya. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 5(4). https://doi.org/10.33367/ijhass.v5i4.6692
Wahyu, D., & Nugroho, R. (2020). Faktor pendorong migrasi tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 18(1), 101–112.
Zein, Y. A., Kurnia, M. P., & Sutra, H. (2022). Legal protection of illegal migrant workers in Nunukan District. Mulawarman Law Review, 6(1). https://doi.org/10.30872/mulrev.v6i1.691
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia. (2002). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2).
Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 58).
Republik Indonesia. (2017). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 242).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal Social Civilecial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


